Royal Golden Eagle Kini Berinisiatif Menyalurkan Listrik Untuk Masyarakat

Vugolab – Masalah kelistrikan di Indonesia belum sepenuhnya tertangani. Indonesia yang sangat luas dan keterbatasan pemerintah dalam melakukan pemantauan utamanya di daerah terpencil menjadi salah satu alasannya. Karena itu kemudian anak perusahaan dibawah naungan Royal Golden Eagle memberikan solusi jitu terkait masalah tersebut.

RGE yang berdiri di tahun 1973 dengan nama awal Raja Garuda Mas memberikan langkah yang sangat bijak salah satunya membantu pemerintah untuk menyalurkan listrik bagi masyarakat setempat. Tentu hal ini kemudian disambut dengan sangat baik oleh masyarakat. RGE tidak melakukannya sendiri melainkan RGE melakukannya dengan campur tangan anak perusahaan yaitu Asian Agri. Bagaimana RGE melakukannya?

Saluran Listrik Dari Royal Golden Eagle Untuk Masyarakat

Asian Agri bukan menjadi satu – satunya anak perusahaan dari RGE yang mampu memanfaatkan limbah produksi sebagai suatu dukungan sumber energi. Anak perusahaan dari RGE yang lain dan turut serta melakukan hal tersebut adalah APRIL Group. Produsen pulp and kertas yang terkemuka di dunia ini juga turut membantu melakukan tata kelola limbah produksi. Mereka juga memanfaatkan lindi hitam atau black liquor yang merupakan hasil ikutan didalam proses produksi yang dilakukan.

APRIL Group membantu menyalurkan listrik untuk masyarakat dan pastinya perusahaan dengan cara mengolah limbah produksi menjadi sumber energi listrik. Sampai detik ini secara total APRIL sudah memproduksi listrik setara dengan 390 megawatt dalam per tahunnya. Dalam praktiknya, hasil kelebihan pemenuhan energi perusahaan disalurkan ke masyarakat sekitar 2% atau mencapai jumlah 10 megawatt. Masyarakat yang berada di sekitar Pangkalan Kerinci Jambi menikmatinya. Mereka bisa mendapatkan suplai listrik setelah PT RAPP menjalin kerja sama dengan PLN untuk masalah pendistribusian. Langkah ini diambil oleh Asian Agri dan juga APRIL tentu dengan tujuan salah satunya meringankan beban pemerintah karena mereka sanggup menghadirkan energi listrik sendiri sehingga elektrifikasi dapat semakin mengalami peningkatan. Hal ini juga selaras dengan upaya yang dilakukan pemerintah saat ini yang menargetkan menghadirkan sekitar 35 ribu megawatt listrik sampai akhir tahun 2019 nanti. Tentu bisa dibayangkan jika semakin banyak pihak swasta yang berkenan melakukan kontribusi serupa tentu target sebesar 35 ribu megawatt yang terkesan sangat ambisius ini bisa tercapai dengan mudah.

Semua ini turut dilakukan oleh anak – anak perusahaan RGE dibawah kepemimpinan Sukanto karena Sukanto Tanoto sangat berharap agar perusahaan dibawah naungan RGE menjalankan semua filosofi bisnisnya termasuk filosofi bisnis 5C yang dicanangkan. Mereka memang mewajibkan agar seluruh perusahaan yang berada dibawah kendali dari RGE untuk senantiasa mencari berbagai cara yang berguna untuk internal perusahaan, masyarakat, negara, tentunya konsumen juga karena itu kemudian diberlakukanlah cara penyaluran listrik ini untuk tujuan memberikan kesejahteraan bagi semua pihak termasuk di lini masyarakat.

Dengan suplai listrik yang diberikan oleh RGE ini tentu menjadi cara terbaik yang membuat punggung negara semakin ringan. Selain dua hal tersebut jelas pembangkit listrik dengan tenaga limbah juga menjadi sebuah perwujudan secara aktif dalam menjaga lingkungan oleh perusahaan yang turut memanfaatkan sumber daya dalam tata kelola usahanya. Hal ini memang sangat penting agar limbah yang dihasilkan pabrik dan perusahaan yang memanfaatkan sumber daya tidak berpotensi merusak lingkungan sekitar khususnya tempat dimana perusahaan tersebut berdiri karena jika hal tersebut terjadi tentu prinsip dan filosofi 5C Sukanto Tanoto jelas akan gagal untuk dibuktikan pengimplementasiannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *